Membangun Dialog Antarpemuda Indonesia-Azerbaijan

//Membangun Dialog Antarpemuda Indonesia-Azerbaijan

Membangun Dialog Antarpemuda Indonesia-Azerbaijan

The First Indonesian Cultural Festival opens in Baku. azernews.az doc

The First Indonesian Cultural Festival opens in Baku. azernews.az doc

Baku, CNN Indonesia — Indonesia dan Azerbaijan sepakat untuk kian menjalin kerjasama dalam bidang multikulturalisme dan dialog antargenerasi muda. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menawarkan program pertukaran mahasiswa, tenaga pengajar, kerjasama riset, dan beasiswa bagi mahasiswa Azerbaijan.

Begitulah hasil dialog Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Dr. Husnan Bey Fananie MA dengan Rektor Azerbaijan Languages University (ALU), Kamal Abdullah, di Baku, Azerbaijan, beberapa waktu lalu.

Keduanya membahas kemungkinan pembukaan pusat studi Azerbaijan ataupun pusat multikulturalisme di salah satu universitas di Indonesia. ALU sendiri telah membuka pusat studi Indonesia dan merupakan pusat studi Indonesia satu-satunya di Azerbaijan.

Keberadaan pusat studi ini menyebabkan terdapat kedekatan khusus antara ALU dengan Indonesia. Hal ini terlihat juga dari seringnya mahasiswa ALU yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Indonesia di Azerbaijan.

Rektor ALU juga menambahkan perlunya keberadaan mahasiswa ataupun tenaga pengajar Indonesia di ALU. Menurut dia, meski terdapat pusat studi Indonesia, belum ada mahasiswa Indonesia ataupun tenaga pengajar Indonesia di ALU.

Dia menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa Indonesia maupun tenaga kerja Indonesia akan mempermudah dialog antar generasi muda. “Keberadaan warga Indonesia di ALU akan secara nyata memudahkan pertukaran ide dan konsep mengenai multikulturalisme ala Indonesia dengan multikulturalisme yang dikembangkan Azerbaijan,” ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, ide mengenai multikulturalism memang merupakan salah satu prioritas Azerbaijan. Pelaksanaan even seperti Baku International Humanitarian Forum, yang telah dilaksanakan keenam kalinya pada tahun 2016 ataupun Baku Process yang digaungkan kembali pada tahun 2017 melalui 4th World Forum on Intercultural Dialogue merupakan bentuk komitmen Azerbaijan untuk menggaungkan konsep multikulturalisme.

Dengan keberagamannya, Indonesia merupakan partner yang sangat potensial bagi Azerbaijan untuk membangun awareness mengenai multikulturalisme di kancah internasional. Dubes RI  menambahkan pentingnya generasi muda sebagai pemegang masa depan kedua bangsa untuk saling memahami demi semakin mengembangkan semangat multikulturalisme.

Menurut Husnan, penguatan kerjasama antar universitas, pertukaran mahasiswa dan staf pengajar merupakan langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih nyata antara Indonesia-Azerbaijan untuk konsep dan ide multikulturalisme

By | 2017-08-01T18:36:08+00:00 August 1st, 2017|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment